24-Nov-2025
08 29 Dibaca 0x
Keberhasilan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dalam mengakselerasi Sertifikat Halal menuju 17 Oktober 2026 bahwa seluruh barang yang diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat Halal, dengan mudah bisa tercapai.
Pencapaian itu harus secara konsisten dijalin dalam kebersamaan melalui komunikasi yang efektif antara lembaga dan seluruh Pendamping P3H. Secara pedoman, ada hak dan kewajiban yang setara diantara berbagai pihak, sehingga target dan tujuan bisa dicapai dalam irama yang harmoni dan terlindungi.
Secara Pendamping P3H, ada tiga syarat yang harus dilaksanakan untuk keberhasihal. Pertama, selalu ada inovasi dalam melaksanakan kinerjanya. Kedua, inovasi tersebut harus terus disuarakan (diamplifikasi) melalui berbagai kanal. Ketiga, tersedia informasi yang cukup dari publik bahwa mereka puas telah dilayani, dalam bentuk testimoni.
Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Kepala BPJPH Dr Fariza Y. Irawady dalam sambutan motivasinya di Kegiatan Influential Speaking untuk Pendamping Pendamping Proses Produk Halal (P3H) LP3H Mathla’ul Anwar, Sabtu 22 November 2025 melalui saluran Zoom.
Adalah kewajiban lembaga untuk menjaga keseimbangan antara target Sertifikat Halal dengan kesadaran Pelaku Usaha. Para pendampingnya harus dilatih, dibina, diarahkan, diberdayakan, supaya sosialisasi dan silaturahmi menghasilkan efek yang menyadarkan.
Tahun depan, ketika proteksi UMKM dicabut karena tekanan perdagangan bebas, para pelaku usaha telah siap berkompetisi. Adanya 100 lembaga halal luar negeri yang antri disetujui oleh BPJPH harus diantisipasi oleh berbagai pihak secara cerdas.
Dunia Internasional melihat Indonesia sebagai pasar halal terbesar di dunia. Selain secara jumlah penduduk, daya beli yang cukup tinggi, menjadi daya tarik yang luar biasa bagi pebisnis dunia. Termasuk di dalamnya, pelaku UMKM harus didorong untuk ekspansi ke luar negeri.
66 juta UMKM adalah angka yang dahsyat jika dikoordinasikan dengan baik, supaya Indoensia bisa menyaingi Republik Rakyat China, Brazil, dan Amerika Serikat yang non Islam dalam hal ekspor. Inilah tantangan sekaligus peluang
Sebagai bagian penting dari BPJPH, Irawady sangat mengapresiasi pembinaan yang dilakukan oleh LP3H Mathla’ul Anwar, karena kata kunci pembinaan yang berkesinambungan adalah soft skill dan Silaturahmi.