18-Okt-2025   06 05   Dibaca 0x

Halal Center Mathla’ul Anwar Berpartisipasi dalam Rakor dan Bimtek BPJPH–Kemenag untuk Akselerasi Sertifikasi Halal di Banten

Link telah disalin!


Serang, 17 Oktober 2025 – Dalam upaya mempercepat terwujudnya ekosistem halal di Provinsi Banten, Halal Center Mathla’ul Anwar turut ambil bagian dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Rakor & Bimtek) Fasilitasi Sertifikasi Halal yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bekerja sama dengan Kementerian Agama Provinsi Banten. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Business Matching untuk memperkuat jejaring antar lembaga dan pelaku usaha dalam akselerasi sertifikasi halal.

Kegiatan yang digelar di Le Dian Hotel & Cottages, Kota Serang, dihadiri oleh berbagai lembaga strategis, mulai dari Biro Perekonomian Setda Provinsi Banten, Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), perbankan syariah, hingga Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) di Banten. Dari lingkungan Mathla’ul Anwar, hadir Hadi Susilo, M.Si selaku Direktur Halal Center Mathla’ul Anwar, dan Priyono sebagai Direktur LPH Mathla’ul Anwar

Kolaborasi Lintas Instansi: Kunci Akselerasi Sertifikasi Halal

Rapat koordinasi ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelaksana halal di tingkat lokal. Dalam paparannya, Dr. H. Amrullah, M.Si, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, menegaskan bahwa “sinergi adalah kunci keberhasilan percepatan sertifikasi halal.”

Menurutnya, dengan kolaborasi yang baik antarinstansi — mulai dari BPJPH, Kemenag, Dinas teknis, perbankan, hingga lembaga pendamping — Banten dapat menjadi model provinsi yang unggul dalam implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU No. 33 Tahun 2014).

Ia juga menguraikan strategi “Sinergi Fasilitasi Sertifikasi Halal”, yang meliputi edukasi dan sosialisasi, pelatihan penyelia halal, pendampingan self-declare, serta penguatan jejaring komunikasi antar pelaku usaha halal.

 

Peran Strategis Mathla’ul Anwar dalam Ekosistem Halal Banten

Dalam kesempatan ini, Halal Center Mathla’ul Anwar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun peradaban halal di Banten. Berdasarkan profil lembaga per Oktober 2025, Halal Center Mathla’ul Anwar memiliki 954 Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Banten, ditambah 119 agen halal, 15 auditor halal, dan 35 penyelia halal.

“Keberadaan SDM halal di Mathla’ul Anwar menjadi modal besar untuk mempercepat pendampingan UMKM dalam sertifikasi halal, terutama skema self-declare. Kami ingin memastikan tidak ada pelaku usaha kecil yang tertinggal,” ujar Hadi Susilo dalam sesi koordinasi.

Sementara itu, Priyono, Direktur LPH Mathla’ul Anwar, menekankan pentingnya business matching dalam mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pendukung sertifikasi halal. “LPH dan LP3H harus hadir bukan hanya sebagai pemeriksa, tetapi juga mitra pembina. Kolaborasi lintas sektor membuka peluang bagi UMKM naik kelas,” jelasnya.

 

Banten Menuju Provinsi Halal

Paparan dari Dr. H. Eka Surya Lesmana, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Banten, menunjukkan capaian signifikan: hingga triwulan I tahun 2025, Provinsi Banten telah menerbitkan 25.509 sertifikat halal untuk 162.754 produk, angka yang terus meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Program fasilitasi ini diharapkan mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar halal domestik dan ekspor, serta memperkuat daya saing produk lokal. Pemerintah Provinsi Banten juga tengah menyiapkan roadmap 2025–2029, yang mencakup pembentukan pusat layanan halal terpadu (one-stop service) dan integrasi data sertifikasi halal melalui sistem digital.

 

Meneguhkan Banten sebagai Pusat Ekonomi Halal

Kegiatan ini menandai langkah penting menuju Halal Banten Ecosystem, di mana lembaga-lembaga seperti Mathla’ul Anwar memainkan peran strategis sebagai penggerak dan penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan.

Dengan dukungan BPJPH, Kemenag, dan Pemerintah Daerah, serta partisipasi aktif lembaga seperti Halal Center Mathla’ul Anwar, percepatan sertifikasi halal di Banten diyakini akan semakin inklusif dan berdampak luas bagi perekonomian masyarakat.

“Halal itu bukan sekadar label,” tutur Hadi Susilo menutup wawancaranya. “Halal adalah peradaban—dan Mathla’ul Anwar ingin menjadi bagian dari sejarah besar itu.”