12-Okt-2026
16 13 Dibaca 0x
(Jakarta, LP3HMA)– Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan, produk halal memiliki pasar yang melampaui kebutuhan konsumen Muslim. Menurutnya, Indonesia perlu melihat industri halal sebagai peluang ekonomi sekaligus mengembangkan produk yang dapat menjangkau masyarakat dunia.
“Jadi masing-masing negara punya urusan halal dan tidak monopoli umat Islam semata,” ujar Babe Haikal
Haikal menyebut keterlibatan sejumlah negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim dalam perdagangan produk halal sebagai gambaran luasnya pasar tersebut.
Berdasarkan data yang disampaikannya, China menempati posisi pertama dengan nilai sekitar 21 miliar dollar AS per tahun, disusul Brasil sekitar 20 miliar dollar AS dan Amerika Serikat sekitar 18,7 miliar dollar AS. Ia juga menyebut Korea Selatan, Perancis, dan India masuk dalam jajaran negara penghasil produk halal dunia, sementara Indonesia berada di posisi kedelapan.
Halal sebagai peluang pertumbuhan ekonomi Haikal menceritakan pengalamannya mengunjungi sejumlah provinsi di China. Menurutnya, halal dipandang sebagai potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“China yang lebih menarik. Beberapa provinsi yang saya datangi dan mereka mengatakan, what is halal? Halal, kata mereka, ini growth economy engine,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa produk halal dikaitkan dengan berbagai konsep di sejumlah negara.
Menurut Babe Haikal, di Eropa halal dipandang sebagai elite food, di Korea Selatan dikaitkan dengan double clean, sedangkan di Amerika Serikat disebut sebagai symbol of health.
Pandangan tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pengembangan industri halal perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas. Haikal mendukung gagasan halal for all dan halal for everybody, yakni produk halal Indonesia yang dapat menjangkau konsumen dari berbagai latar belakang.
“Saya sangat setuju 100 persen kita Indonesia akan halal for all, halal for everybody. Halal Indonesia untuk masyarakat dunia karena halal milik semua orang,” ujarnya. Halal dan baik untuk seluruh manusia
Dalam pemaparannya, Haikal menghubungkan gagasan tersebut dengan perintah mengonsumsi makanan halal dan baik dalam Surah Al-Baqarah ayat 168. Ia menyoroti seruan “Ya ayyuhan-nas” atau “Wahai manusia” dalam ayat tersebut, yang ditujukan kepada seluruh manusia. Menurut Haikal, prinsip halal memiliki nilai universal.
Karena itu, pengembangan produk halal Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen Muslim sekaligus menjangkau masyarakat dunia